Sabtu, 21 Maret 2009

prospek bisnis kelapa

Home | Tentang Kami | Tanya Jawab | Forum | Kritik Saran
PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KELAPA

produk-olahan-kelapaBaru segelintir produsen Indonesia mencetak keuntungan dari proses nilai tambah kelapa. Dari buah murah yang berlimpah di Indonesia ini, pasar Eropa “melahap” minyak masak berkualitas terbaik, pengisi jok Mercedes, briket termahal untuk barbeque, hingga sabun dan parfum.

Filipina saat ini merajai pasar ekspor dengan 125 jenis produk olahan kelapa. Sebaliknya, baru 25 jenis produk olahan diproduksi di Indonesia.

Tahun 2005, Filipina mengantungi keuntungan ekspor kelapa senilai 757,3 juta dollar AS dari perkebunan seluas 3,1 juta ha. Pada saat yang sama, dengan perkebunan seluas 3,8 juta ha, nilai ekspor kelapa Indonesia hanya 228,7 juta dollar AS.

Beberapa anggota Fokpi merupakan industri pengolahan kelapa skala kecil dan menengah dengan beragam variasi produk. Produsen anggota Fokpi di Pangandaran, Jawa Barat, misalnya, mengekspor sabut kelapa untuk isian jok mobil ke Eropa, yakni sebanyak 120 ton per bulan. Dengan total lahan yang ditanami kelapa hampir satu juta hektar pulau jawa menyimpan potensi untuk pengembangan agribisnis kelapa di masa mendatang.

Daya saing produk kelapa terletak pada industri hilirnya, tidak lagi pada produk primer. Produk akhir yang sudah berkembang baik adlah Dessicated coconut (DC), coconut milk(CM), coconut charcoal(CCL), actived carbon (AC),Brown Sugar (BS),coconut fiber, coco peat, nata de coco dan Virgin coconut oil (VCO), coconut wood.

Produk-produk seperti DC,CCL,AC,BS,CF sudah masuk pasar ekspor dengan perkembangan yang sanagat pesat. Permintaan pasar ekspor untuk produk olahan kelapa menunjukkan trend yang meningkat. Sebagai contoh pasar DC indonesia untuk ekspor mempunyai kecenderungan yang meningkat dalam 5 tahun terakhir, kecenderungan yang sama ditunjukkan oleh arang aktif.

Sebagai contoh adalah Roeswan seorang pengusaha coco fiber.Seluruh produksi berupa serat sabut dari petani ia tampung untuk memenuhi pasar ekspor. Di pasar internasional, harga cocofiber alias serat sabut US$200-US$205 per ton setara Rp2-juta pada kurs Rp10.000. Pendapatannya Rp44-juta.

Shengyang, produsen kasur pegas dan mebel, meminta pasokan 700 ton serat sabut untuk masa kontrak 12 bulan. Artinya, ia mesti menyiapkan rata-rata 58 ton tiap bulan selama setahun. Ia lebih berkonsentrasi untuk memenuhi permintaan Shengyang Xudong ketimbang importir lain. Di luar permintaan Korea dan Belgia, ‘Sebetulnya saya masih dapat menjual 5-10 kontainer per bulan,’ ujar Roeswan, pemilik PT Roesmetrix.

Pasar karbon dan arang aktif tak kalah besar. Ari Hardono, contohnya, memasarkan 20 ton arang aktif per bulan. Satu kg arang aktif hasil pembakaran 9-10 tempurung kelapa. Konsumennya rumah makan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mereka menggunakan arang aktif sebagai bahan bakar. Dengan harga Rp1.200 per kg omzetnya Rp24- juta. Menurut produsen di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, itu biaya produksi sekilo arang aktif Rp600 sehingga laba bersihnya Rp12-juta tiap bulan.

Pasar cocofiber alias serat sabut kelapa tak kalah empuk. Serat sabut juga multiguna antara lain sebagai pengisi jok mobil, jok kursi, kasur pegas, papan partikel, dan filter air. Dibanding busa, cocofiber lebih kuat melindungi per dan tidak mengundang kutu.

Pelaku bisnis serat sabut di berbagai kota kewalahan memenuhi tingginya permintaan. Asli Malin, salah satu contoh. Produsen serat sabut di Pariaman, Sumatera Barat, itu memproduksi 1,2 ton serat hasil olahan 18.000 sabut per hari. Jangankan memenuhi permintaan importir di Korea Selatan mencapai 10.000 ton per tahun, order eksportir di Jakarta saja belum ia layani sepenuhnya. Setiap pekan, eksportir di Jakarta memborong serat Rp1.800 per kg.

Pria kelahiran 17 April 1946 itu, memetik laba bersih Rp300 per kg. Kecil? Tunggu dulu. Dengan produksi 8,4 ton per pekan, laba bersihnya Rp2,5- juta atau Rp10-juta per bulan. Itu baru dari cocofiber. Produsen serat sabut berarti juga produsen cocopeat alias serbuk. Sebab, 70% dari kulit kelapa terdiri atas serbuk; 30% serat. Asli Malin menuai 90 ton cocopeat yang memberikan laba bersih Rp27-juta sebulan.

Artinya total jenderal laba bersih Malin dari pengolahan sabut mencapai Rp37-juta sebulan. Siapa tak tergiur laba menjulang? Mungkin karena itulah Zulhaidir Rawawi berhenti bekerja di perusahaan asing di Jakarta meski bergaji besar, fasilitas memadai, dan jabatan tinggi. Ia memilih menekuni bisnis cocopeat. Semua bermula dari tugas Zulhaidir sebagai general manager yang kerap memaparkan laporan keuangan kepada pemegang saham di Seoul, Korea Selatan.

Saat bertugas ke sana, ia menyempatkan diri mengunjungi sentra tanaman hias di Inchon, mirip Rawabelong, Jakarta Barat. Di sanalah ia melihat cocopeat bikinan Sri Lanka. Ia menawarkan diri untuk memasok dan diluluskan. Pada 1999 Zul memutuskan berhenti bekerja setelah rutin mengekspor cocopeat selama setahun. Kini ia rutin mengirimkan 22 ton cocopeat per bulan memenuhi permintaan seorang importir di Inchon, Korea Selatan.

Balok cocopeat yang ia ekspor berukuran 80 cm x 80 cm x 80 cm berbobot 5 kg. Satu kg cocopeat berasal dari 2,5 kg sabut kelapa. Menurut dia biaya produksi 1 kg cocofibre dan 2 kg cocopeat-dari 5 kg sabut-Rp1.600. Itu total biaya karena cocopeat dan cocofibre dihasilkan dari satu kesatuan bahan. Bila memproduksi cocopeat, pasti menghasilkan cocofiber atau sebaliknya. Harga jual cocopeat di pasar ekspor mencapai Rp2.600 per kg sehingga omzetnya Rp57,2-juta.

Zulhaidir memperoleh 17 ton cocofiber per bulan. Serat sabut itu ludes terserap produsen kasur pegas di pasar domestik. Dengan harga jual Rp2.200 per kg, ia menangguk omzet Rp37,4-juta saban bulan. Laba bersih penjualan cocopeat dan cocofiber mencapai Rp22-juta sebulan. Zul sebetulnya masih mampu memasarkan hingga 3 kontainer cocopeat lagi. Sayang, produksinya masih terbatas. Ia bisa memasarkan produk cocopeat milik produsen lain asal sesuai standar mutu. Apalagi sejak Desember 2008 ia juga mesti memenuhi order Garden Landscape. Importir di Singapura itu meminta pasokan rutin papan tempat tumbuh anggrek berbahan baku cocopeat.

Garden Landscape meminta kiriman 10.000 papan berukuran 50 cm x 20 cm x 2 cm per bulan. Soal peluang bisnis cocopeat menurut Zul pasar terbuka luas. Zul yang menginvestasikan Rp200-juta ketika memulai bisnis. Sebagai gambaran, sebuah produsen springbed memerlukan 20 ton cocofiber per bulan. Belum lagi produsen springbed asing yang mengajak bekerja sama. Setidaknya ada 4 produsen asal China dan 2 asal Vietnam yang minta pasokan rutin cocofiber kepada Zul.

Olahan limbah kelapa lain adalah arang aktif. Idealnya pengolahan arang aktif terpadu dengan asap cair. Namun, beberapa produsen hanya mengolah arang aktif. Boleh jadi lantaran teknologi produksi asap cair terbilang baru di Indonesia. Djaya Suryana sejak 2002 memasok arang aktif ke sebuah perusahaan di Tanjungbintang, Provinsi Lampung.

Ia membersihkan arang hasil pembakaran tempurung kelapa di mesin diesel 30 PK. Melalui ban berjalan arang lolos sortir masuk ke mesin penghancur. Ketika keluar arang melewati saringan baja sehingga hasilnya seragam. Djaya memasarkan 3.000 ton arang aktif per bulan. Masih ada 5.000 ton permintaan rutin per bulan yang belum dapat Djaya penuhi. Sayang, ia merahasiakan harga jual ke produsen karbon aktif.

Lima puluh rupiah tak bisa dibilang kecil karena secara akumulasi laba bersihnya Rp150-juta. Memang dibanding laba Doddy Suparno dan Oka Bagus Panuntun, keuntungan Djaya lebih kecil. Doddy mengutip laba Rp1.500 per kg arang aktif. Harga jual saat ini Rp4.500 per kg. Menurut Doddy biaya produksi per kg briket Rp3.000. Dari pembakaran 15 ton tempurung ia memperoleh 5 ton arang aktif per bulan.

Mereka lalu menghancurkan arang dan mengolahnya menjadi briket. Margin perniagaan barang gosong itu Rp7,5-juta sebulan. Mestinya laba Doddy lebih besar jika saja setiap bulan mampu memenuhi permintaan rutin dari Yunani dan Timur Tengah masing-masing 22 ton dan 88 ton.

Di luar olahan ‘limbah kelapa’ itu sebetulnya masih ada produk turunan lagi seperti tepung tempurung seperti digeluti oleh Agus Setiawan.
Pria kelahiran 11 Agustus 1971 itu menggiling tempurung kelapa menjadi tepung. Rendemen 90%-10 kg tempurung menjadi 9 kg tepung.

Volume produksi ‘baru’ 50 ton sebulan terserap sebuah pabrik obat nyamuk. Tepung batok bahan baku obat nyamuk bakar. Dengan harga jual Rp2.500 dan biaya produksi Rp1.000, laba bersihnya Rp75- juta. Menurut Agus pasar tepung terbentang luas. Ia belum sanggup melayani order rutin 1.350 ton tepung per bulan.

Sabut dan tempurung kelapa yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata komoditas prospektif yang menjanjikan laba besar.

Artikel yang Berkaitan:

1. SOLUSI KRISIS PANGAN DAN PROSPEK USAHA AGRIBISNIS Jika pemerintah ingin terlepas dari krisis pangan, bahkan mampu mewujudkan...
2. KELAPA SAWIT SEBAGAI POTENSI BISNIS PERKEBUNAN KALIMANTAN Pulau Kalimantan memang dianugerahi berbagai macam sumber daya alamnya dan...
3. IKAT PINGGANG BATOK KELAPA MILIKI PELUANG BISNIS TINGGI Ikat pinggang, salah satu akesori yang nyaris tidak pernah sepi...

Add 'PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KELAPA' to :
Del.icio.us digg dzone Backflip It! BlinkBits BlogMarks BlogMemes BuddyMark It co.mments Connotea Fark FURL Google
Hyperlinkomatic linkaGoGo blinklist Ma.gnolia My-Tuts Netvouz Groove RawSugar reddit scuttle Shadows Spurl TagTooga
Tutorialism NewsCloud newsvine Feed Me Links Simpy This Slashdot Smarking StumbleUpon TailRank Technorati Wink Tag Yahoo My Web Socializer
Gambar-gambar disamping adalah link untuk menyimpan alamat artikel ini ke Social Bookmarking dimana anda bisa berbagi informasi dengan siapa saja di seluruh dunia.

Dipublikasikan pada 12 March 2009 oleh admin · Kategori Potensi Bisnis Daerah

4 Responses to “PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KELAPA”

1. mumung ma'mun nawawi on March 16th, 2009 10:39 pm

Yang terhormat :

saya seorang pemula dan saya tertarik bergabung dengan bisnis ini..
bagaimana caranya.? thanks
2. rukamto on March 18th, 2009 8:01 am

didaerahku banyak pohon kelapa tidak ada yang mengelola hasilnya bagaimana memulai bisnis ini ?trims
3. alan on March 19th, 2009 5:14 pm

dh,
saya baru dlm bisnis, dan masih mencari type usaha kecil apa yg cocok buat sy,
saya sangat tertarik dengan usaha ini krn didaerah t4 saya tinggal sebelumnya banyak sekali Pohon kelapa, kira2 untuk memulai gimana caranya ?Terima kasih
4. alan on March 19th, 2009 5:15 pm

dh,
saya baru dlm bisnis, dan masih mencari type usaha kecil apa yg cocok buat sy,
saya sangat tertarik dengan usaha ini krn didaerah t4 saya tinggal sebelumnya Prov Maluku Utara dipulau Halmahera dan sekitarnya banyak sekali Pohon kelapa, kira2 untuk memulai usaha ini gimana caranya ?Terima kasih

Komentar untuk “PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KELAPA”

Nama (diisi)

Alamat E-mail (diisi)

Website

Silahkan Bersuara

Info Terbaru Sentra Bisnis UKM

Ingin mendapatkan info terbaru dan peluang bisnis terkini
Translate this page
Indonesian flag Italian flag Korean flag Chinese (Simplified) flag English flag German flag French flag Japanese flag Arabic flag Russian flag Dutch flag Hindi flag Filipino flag Vietnamese flag
10 ARTIKEL TERBARU

1. KISAH PIL VIAGRA
2. TEDDIE - DIAN, MENGAPLIKASIKAN ILMU KULIAH PADA DUNIA USAHA
3. POTENSI DAN MANFAAT BUAH KAPULAGA
4. PRODUK POTENSIAL DAERAH TAPANULI SELATAN
5. JUMLAH MOTOR TERUS BERTAMBAH, TERBUKA LEBAR USAHA PENCUCIAN MOTOR
6. NTB PUSAT TERNAK NASIONAL
7. MINIATUR KAPAL DARI MOJOKERTO
8. USAHA PENAMPUNGAN & PENJUALAN IKAN AIR TAWAR
9. KESEMEK BRASTAGI
10. MEMBUKA WARUNG MAKAN OSENG-OSENG MERCON

Informasi Bisnis Lain :

* Konsultasi
* Pemasaran
* Web Bisnis

Konsultasi Bisnis

Mengingat kebutuhan konsultasi dibidang bisnis cukup banyak saat ini. Maka kami akan mencoba membantu para pengusaha kecil menengah untuk maju di bisnisnya dengan membuka layanan konsultasi bisnis. Anda bisa memilih menggunakan media Yahoo Messenger ataupun datang langsung ke kantor kami :

Jl. Monjali 63B, Yogyakarta
Telp. 081 3466 95059

Atau

Konsultasi Online via Yahoo! Messenger (YM) dengan id : ukmhelp

Konsultasi Bisnis dan Usaha Kecil
Konsultasi Pemasaran Bisnis

Internet adalah media yang paling cepat dan efektif untuk pemasaran saat ini. Pengguna internet semakin hari semakin bertambah dengan semakin meningkatnya taraf hidup manusia. Memasarkan produk lewat internet layak dilakukan oleh setiap pebisnis. Karena internet mampu bekerja 24 jam sehari 7 kali seminggu
Konsultasi Website Bisnis

Saat ini internet sudah bukan menjadi barang mewah lagi. Siapapun bisa mengakses internet dengan mudah dan murah. Pengguna internetpun tak bisa dianggap remeh. Jumlah mereka kian hari kian bertambah saja. Untuk itulah, memiliki sebuah website bagi pengusaha kecil maupun menengah adalah suatu kebutuhan. Dengan memiliki website, maka peluang mendapatkan konsumen via internet juga akan makin cerah. Tak hanya itu, perusahaan yang memiliki website akan memiliki kredibilitas lebih tinggi di mata konsumen.

Namun masalahnya tak banyak pengusaha yang memiliki pegawai khusus di bidang pembuatan web. Untuk itulah kami hadir memberi solusi masalah ini dengan jasa pembuatan web perusahaan yang murah dan ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dan profesional.

Untuk pemesanan pembuatan web perusahaan silahkan menghubungi kami di :

BisnisUKM
Jl. Monjali No. 63B, Yogyakarta
Telp. 081 3466 95059
Fax. 0274 - 625523
Komentar terakhir

* AYUB IRAWAN: Saya tertarik dengan bisnis pengolahan tempurung kelapa dan sabut kela...
* nurul: salam!!!adakah tepung sukun diperjual belikan?!?!?dimana?!?!...
* elfi: moga kab. solsel terutama kampung ku nan jauh di mato (pdg aro) tambah...
* IWAN SISWANDI: Saya butuh informasi pengusaha lokal minyak nilam. Saya memproduksi mi...
* FRANGKY R: setelah membeca artikel ini, saya sangat terkesima atas usaha bersama...
* alan: dh, saya baru dlm bisnis, dan masih mencari type usaha kecil apa yg...
* alan: dh, saya baru dlm bisnis, dan masih mencari type usaha kecil apa yg...
* DADI: Pak dengan modal 100 jt saya bisa apa ya..saya seorang spv dan ingin s...
* DADI: DENGAN BERSILATURAHMI KITA AKAN MENDAPATKAN BANYAK REJEKI......

* Polling
* Terbanyak Dibaca
* Sponsor

Polling

Informasi Bisnis Apa yang Paling Anda Butuhkan?

* Peluang Bisnis (63%, 446 Votes)
* Analisa Bisnis (13%, 90 Votes)
* Potensi Bisnis Daerah (12%, 86 Votes)
* Profil Pengusaha Bisnis (8%, 57 Votes)
* Berita Bisnis (3%, 24 Votes)

Total Voters: 703

Vote
Loading ... Loading ...
TERBANYAK DIBACA

* BATIK INDONESIA AKAN DIPATENKAN - (16,103)
* CARA MEMBUAT YOGHURT YANG BENAR - (15,008)
* PELUANG USAHA MINYAK ATSIRI - (14,260)
* MEMBUAT KERUPUK UDANG ENAK & SEHAT - (9,277)
* PENGAWETAN IKAN - (7,410)
* KEUNTUNGAN INVESTASI EMAS - (7,307)
* BISNIS PERCETAKAN - (6,894)
* BISNIS OLEH-OLEH “KAGAK ADA MATINYE” - (6,319)
* ALTERNATIF LAIN BISNIS PENGOLAHAN RUMPUT LAUT - (5,379)
* Tentang Kami - (5,260)

SPONSOR

* Aneka Mesin Industri
Jual Mesin Pertanian | Toko Mesin Pengemas | Mesin Bisnis Industri | Alat Pengolah Makanan | Heater Thermocouple
* Jasa Pembangunan Industri
Jasa Pembangunan Industri Bioetanol, Industri Pengolahan Rumput Laut, Industri Minyak Atsiri, Industri Minyak Goreng
* Jagoan Iklan Baris Gratis
Solusi Promosi Online Gratis
* Pusat Penjualan Tenda Berkualitas
Menjual segala macam jenis tenda untuk berbagai keperluan dan promosi usaha

Alexa Certified Traffic Ranking for http://bisnisukm.com TopOfBlogs

Informasi Bisnis-Peluang Usaha Kecil Menengah is proudly powered by Bintang REKATEKNO
Entries (RSS) and Comments (RSS)

1 komentar:

  1. CV. Riko Jaya
    Kami menjual/menyediakan asap cair (liquid smoke) dengan merk Deogreen. Sedia jaringan distribusi ke seluruh Indonesia. Melayani pembelian eceran, partai dan kerjasama agen.
    Asap cair (liquid smoke) merupakan pengawet makanan alami pengganti formalin, dan sebagai penghilang bau ramah lingkungan.
    Harga :
    360 ml = Rp 8.500
    1 liter = Rp 12.000

    Untuk Pemesanan hubungi:
    Herman Hasan
    HP : 08164834477
    Email : marketing@liquidherbalonline.com atau rentertaint@yahoo.com

    website : http://www.liquidherbalonline.com

    BalasHapus